
Departemen Pertanian AS memimpin misi perdagangan selama seminggu ke Vietnam yang dimulai hari ini. Wakil Menteri Alexis Taylor akan memimpin delegasi, yang meliputi perwakilan dari 58 perusahaan agribisnis dan sembilan pemerintah negara bagian. Misi tersebut akan berlangsung di Kota Ho Chi Minh dan Hanoi, tetapi juga akan melibatkan pembeli dari Burma (Myanmar), Kamboja, dan Thailand, yang menawarkan pintu gerbang bagi bisnis AS ke kawasan Asia Tenggara yang lebih luas.
Vietnam merupakan pasar yang menjanjikan, dengan AS mengekspor produk pertanian senilai $3,1 miliar ke sana pada tahun 2023. Barang-barang AS seperti kapas, kacang kedelai, susu, unggas, dan buah segar sangat diminati. “Kolaborasi kami telah mengamankan akses pasar untuk berbagai produk Amerika, termasuk yang terbaru buah berbiji keras dan jeruk bali,” kata Taylor kata dalam siaran pers.
Misi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang ini dan membuka peluang baru bagi petani dan pelaku agribisnis AS. Peserta akan bertemu dengan importir utama, memperoleh wawasan tentang pasar lokal, dan menjajaki peluang untuk mengembangkan bisnis mereka di wilayah yang berkembang pesat ini.
Dengarkan laporannya di bawah ini.

Brian Jerman
Direktur Berita Pertanian / AgNet West