
AS Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah mengumumkan bahwa kenari memenuhi kriteria terbaru untuk makanan yang dapat diberi label atau diidentifikasi sebagai “sehat.” Perubahan ini dirancang untuk menyelaraskan pelabelan makanan dengan penelitian nutrisi terbaru dan Pedoman Diet untuk Orang Amerika. Hal ini juga bertujuan untuk membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih tepat ketika membangun pola makan yang sehat.
Menurut Komisi Kenari California (CWC), keputusan ini menegaskan keyakinan lama bahwa kenari berkontribusi terhadap gaya hidup sehat. Robert Verloop, CEO CWC, menjelaskan bahwa penelitian selama puluhan tahun mendukung peran bermanfaat kenari dalam memperbaiki pola makan sehari-hari. Verloop mencatat bahwa menambahkan kenari ke dalam makanan dan camilan dapat memberikan banyak manfaat.
Pakar nutrisi menyoroti bahwa kenari, seperti makanan padat nutrisi lainnya, dapat membantu orang Amerika memperbaiki kebiasaan makan mereka. Secara khusus, mengganti makanan tinggi lemak jenuhnya dengan kenari dapat mendukung kesehatan jantung karena kenari terutama terdiri dari lemak tak jenuh ganda, termasuk asam alfa-linolenat omega-3 (ALA). Kenari adalah satu-satunya kacang pohon yang menawarkan sumber omega-3 ALA yang sangat baik.
Selain itu, Layanan Makanan dan Gizi USDA telah memperbarui program nutrisi anak sehingga sekolah dapat lebih mudah menyajikan sumber protein nabati seperti kenari. Mentega kenari juga telah ditambahkan ke makanan yang tersedia dalam program WIC, membuka kemungkinan lebih lanjut bagi keluarga yang ingin memperbaiki pola makan mereka.
Pencapaian ini dicapai setelah lebih dari 30 tahun penelitian ilmiah yang didanai oleh CWC, yang menunjukkan manfaat potensial bagi kesehatan jantung, kognisi, risiko kanker, kesehatan usus, berat badan, dan kesehatan reproduksi. Pengakuan dan peraturan baru ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk memasukkan kenari ke dalam makanan dan camilan sehari-hari mereka demi kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.