Pertanian California Menghadapi Panen Dini dan Tantangan Air


pertanian California

Itu Jam Berita AgNet meliput berbagai masalah yang berdampak pada pertanian California, termasuk panen awal yang tidak biasa, kesulitan air yang terus berlanjut, permasalahan tenaga kerja, dan meningkatnya frustrasi terhadap peraturan yang berdampak pada petani di seluruh negara bagian.

Episode ini dibuka dengan diskusi seputar awal musim tanam di California, karena suhu musim semi yang lebih hangat terus mempercepat pengembangan tanaman di seluruh negara bagian. Tuan rumah mencatat bahwa blueberry, stroberi, dan anggur meja semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal tahun ini setelah bulan Maret yang panas mendorong produksi lebih awal dari biasanya.

“Semuanya terjadi dua minggu lebih awal,” pembawa acara menjelaskan selama siaran.

Meskipun waktu panen yang lebih awal dapat menciptakan peluang pasar yang kuat bagi para petani, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai terbatasnya masa produksi dan tekanan terkait cuaca di akhir musim. Para pemimpin industri memantau dengan cermat kondisi ketika suhu meningkat di Central Valley dan wilayah berkembang lainnya.

Ketenagakerjaan dan keselamatan pekerja juga tetap menjadi topik utama sepanjang pertunjukan saat California kembali memasuki gelombang panas. Tuan rumah menekankan bahwa para petani berupaya melindungi pekerja pertanian melalui hidrasi, naungan, dan tindakan pencegahan keselamatan selama suhu ekstrem.

“Petani adalah orang baik yang merawat pekerja pertaniannya dengan baik,” kata acara tersebut.

Program ini juga menampilkan bagian kedua dari wawancara panjang dengan Presiden dan CEO Western Tree Nut Association Roger Isom, yang terus mendiskusikan permasalahan utama yang dihadapi pertanian California.

Salah satu permasalahan terbesar yang diangkat dalam diskusi ini adalah alokasi air dan kegagalan infrastruktur jangka panjang yang terkait dengan pembatasan air tanah SGMA dan terbatasnya kapasitas penyimpanan.

“Kita membutuhkan penyimpanan air yang berarti,” kata Isom saat membahas krisis air yang sedang berlangsung di Kalifornia.

Isom memperingatkan bahwa pasokan air yang tidak mencukupi terus memaksa para petani untuk mengosongkan lahan dan mengurangi produksi, khususnya di sisi barat Lembah San Joaquin di mana alokasi air masih sangat terbatas.

Luas lahan kapas diperkirakan akan menurun lagi pada musim ini karena para petani kesulitan untuk membenarkan penanaman di bawah pembatasan air yang ada saat ini.

“Alokasi air dua puluh persen saja tidak cukup,” jelas Isom.

Selain air, wawancara tersebut menyoroti frustrasi yang semakin besar terhadap iklim peraturan di California, termasuk pembatasan terkait pestisida, kualitas udara, otomatisasi, dan kepatuhan tenaga kerja.

“Kami terus melakukan hal yang sama,” kata Isom mengenai peningkatan peraturan yang berdampak pada operasi pertanian.

Diskusi ini juga terfokus pada masalah hewan pengerat dan gopher yang semakin meningkat di kebun dan ladang yang ditinggalkan di California. Isom menjelaskan bahwa areal terlantar akibat rendahnya harga komoditas dan penghijauan akibat SGMA telah menciptakan peningkatan populasi hama yang merusak kebun buah-buahan, sistem irigasi, dan infrastruktur di sekitarnya.

“Masalahnya masih ada,” kata Isom sambil menguraikan skala masalah hewan pengerat tersebut.

Selain diskusi kebijakan, episode tersebut juga menampilkan percakapan dengan spesialis pengembangan pasar Corteva, Bryce Borges, tentang tekanan nematoda di kebun anggur, kebun buah-buahan, dan tanaman sayuran. Borges menekankan pentingnya pengambilan sampel tanah dan pengolahan dini untuk melindungi sistem akar dan menjaga produksi tanaman yang sehat.

Saat pertanian California memasuki musim tanam, produsen terus menyeimbangkan peluang panen awal dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap air, peraturan, tenaga kerja, dan keberlanjutan jangka panjang.

Dengarkan wawancara lengkapnya di bawah atau di aplikasi podcast favorit Anda.

Dengarkan episode AgNet News Hour sebelumnya…



Source link

Scroll to Top