StrongSoil memulihkan kesehatan tanah dan meningkatkan hasil hingga 15%


Ketika tantangan pertanian meningkat, jumlah petani di seluruh dunia pun semakin meningkat memprioritaskan kesehatan tanah sebagai fondasi produktivitas dan keberlanjutan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tanah yang terkuras akan menyebabkan berkurangnya hasil panen, meningkatnya ketergantungan pada bahan-bahan sintetis, dan berkurangnya ketahanan terhadap tekanan lingkungan. Para petani yang mengetahui hal-hal ini secara langsung akan segera menyadari manfaat dari tanah yang sehat. Sebagai Wawasan Petani Global McKinsey 2024 Laporan ini menggarisbawahi, semakin banyak petani yang menyadari pentingnya memperbaiki biologi tanah untuk meningkatkan siklus unsur hara, meningkatkan ketahanan tanaman, dan memastikan kelangsungan pertanian jangka panjang.

Meningkatnya kesadaran ini mendorong permintaan akan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan kesehatan tanah namun juga cocok dengan operasi pertanian yang ada.

Petani beralih ke pupuk hayati dan biostimulan untuk meningkatkan kesehatan tanah

Restorasi skala tanah memerlukan solusi yang efektif dan ekonomis. Pupuk hayati dan biostimulan kini menjadi alat penting dalam upaya ini.

Pupuk hayati dan biostimulan memanfaatkan mikroba alami dan senyawa organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendorong pertumbuhan tanaman. Sebagai Singenta mencatat, produk-produk ini mendapatkan daya tarik sebagai alternatif berkelanjutan atau pelengkap bahan kimia pertanian tradisional.

Namun, penerapan solusi berbasis bio dalam skala besar memerlukan formulasi yang selaras dengan kebutuhan operasional pertanian modern dan bervolume tinggi.

Tantangan inti? Penanganan khusus

Terlepas dari manfaatnya, banyak pupuk hayati dan biostimulan memiliki tantangan. Formulasinya seringkali memerlukan metode penanganan, penyimpanan, pendinginan, dan penerapan khusus, sehingga menyulitkan – secara operasional dan finansial – bagi operasi pertanian skala besar untuk menerapkannya.

Faktor-faktor seperti penggunaan yang tidak merata, penggumpalan, atau ketidaksesuaian dengan bahan baku lain seperti pupuk dan pestisida juga dapat menghalangi penggunaan secara luas. Petani membutuhkan produk yang mudah diaplikasikan, kompatibel dengan peralatan yang ada, dan mampu memberikan hasil yang konsisten di berbagai kondisi lahan.

Berinovasi untuk membuat kesehatan tanah lebih mudah diakses

Menyadari tantangan-tantangan ini, perusahaan menyukai Chonex berinovasi untuk membuat solusi kesehatan tanah lebih mudah diakses dan terukur. StrongSoil® dari Chonex, misalnya, diformulasikan sebagai butiran yang dapat terdispersi dalam air yang dapat dikirim dalam keadaan kering dan kemudian dicampur dalam tangki. Hal ini memudahkan petani untuk mengintegrasikan produk ke dalam praktik mereka. Ini kompatibel dengan sebagian besar pupuk, herbisida, dan fungisida.

Tingkat keberhasilan StrongSoil sebesar 80%.

Setelah uji coba lapangan selama bertahun-tahun, Chonex merilis StrongSoil® ke pasar sasaran pada awal tahun ini dan para petani di seluruh AS telah melaporkan peningkatan hasil panen setelah menggunakan StrongSoil®. Uji coba lapangan selama empat tahun di berbagai tanaman dan wilayah telah menunjukkan tingkat keberhasilan lebih dari 80%, yang berarti bahwa produk tersebut mampu menghasilkan hasil yang lebih baik dan mengurangi biaya input pupuk.

Selain itu, selama dua musim tanam, StrongSoil menunjukkan peningkatan hasil rata-rata sebesar 15% pada jagung dan 12% pada kedelai dibandingkan dengan lahan pertanian yang tidak diberi perlakuan.

Produk ini mengandung nutrisi penting seperti NPK, kalsium, dan kitin, serta populasi beragam mikroba bermanfaat yang tinggi, termasuk bakteri, jamur, dan protozoa, yang meningkatkan biologi tanah. Karena petani hanya perlu menggunakan sejumlah kecil solusi, mereka hanya perlu membayar $7 hingga $14 per hektar.

“StrongSoil unik karena cakupan fungsinya baik untuk fungsi tanah maupun tanaman,” Dr. Pam Marrone, salah satu pendiri dan ketua eksekutif di Invasive Species Corp. & Invasive Species Foundation dan penasihat Chonex, awal tahun ini.

Organisasi lain, termasuk startup bioteknologi Biome Makers dan perusahaan konsultan Understanding Ag, juga memuji StrongSoil di masa lalu sebagai alat yang menjanjikan untuk memulihkan kesehatan tanah dalam skala besar.

Untuk mempelajari lebih lanjut atau bergabung dengan Program Perintis untuk akses uji coba, kunjungi www.chonex.ag.

Ringkasan StrongSoil:

  • Kekuatan Mikroba: Populasi tinggi beragam mikroba bermanfaat, termasuk bakteri, jamur, dan protozoa, untuk meningkatkan biologi tanah guna meningkatkan serapan unsur hara, penyerapan karbon, dan pengurangan stres tanaman.
  • Nutrisi Penting: N, P, K, kalsium (Ca), dan kitin untuk kesehatan tanah dan tanaman secara menyeluruh.
  • Tingkat Penggunaan Rendah: Hanya 1–2 ons per hektar, menawarkan aplikasi hemat biaya dengan harga $7–$14 per hektar.
  • Hasil Terbukti: Uji coba lapangan selama empat tahun di berbagai tanaman dan wilayah telah menunjukkan tingkat keberhasilan lebih dari 80% dalam meningkatkan hasil, yang lebih dari cukup untuk membayar produk sekaligus mengurangi biaya input pupuk.

Hasil StrongSoil:

  • StrongSoil meningkatkan bahan organik tanah sebesar 8%
  • Meningkatkan biomassa material sebesar 25% (di plot uji)
  • Mengurangi kebutuhan irigasi sebesar 10%, berkat peningkatan kemampuan retensi air di dalam tanah
  • Meningkatkan penyerapan karbon di lahan yang diberi perlakuan StrongSoil sebesar 5% dibandingkan dengan lahan yang tidak diberi perlakuan
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida bagi petani sebesar 20%



Source link

Scroll to Top